Masa Tunggu Haji Reguler Jawa Timur – Calon pengunjung sudah beberapa lama mengantri menunggu penerbitan visa di Rumah Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
JAKARTA – Menunaikan ibadah haji sudah menjadi impian Syarif Hidayat (40) sejak lama, sama seperti impian setiap umat Islam di seluruh dunia. Harapan tersebut tumbuh dalam dirinya ketika ia masih duduk di bangku SMA karena ia yakin bahwa ibadah haji akan menyempurnakan hidupnya sebagai seorang muslim sejati.
Masa Tunggu Haji Reguler Jawa Timur
Motivasi inilah yang membuat Syarif tidak menyia-nyiakan waktu ketika hidupnya sudah ditentukan. Pada tahun 2013, Syarif memutuskan untuk merencanakan perjalanan ke Mekkah untuk pertama kalinya. Ia juga mengatakan, saat itu ia membuka rekening tabungan haji di bank yang memiliki kredensial sah sebagai rekan kerja di Kementerian Agama (Kemenag).
Jemaah Haji Jatim Terbanyak Tahun Ini, Khofifah: Semoga Jadi Penanda Kebangkitan Jatim Setelah Pandemi
“Saya putuskan buka tabungan untuk haji. Karena haji khusus itu mahal. Makanya cari yang paling murah,” kata pria yang bekerja di pemerintahan (PNS) ini.
Dua tahun lalu, Syarif juga mendapat pesan bahwa tabungannya cukup untuk disetorkan sebagai setoran pertama pendaftaran haji di Kementerian Agama. Karena saat itu tabungannya sudah mencapai Rp. 25 juta lebih sedikit dibandingkan calon jemaah haji (CJH) saat itu.
“Jadi banknya transfer ke rekening Kemenag saat haji. Ketika saya melakukan itu, saya mendapat bukti uang yang saya setorkan, uang itu saya serahkan ke Kemenag untuk diverifikasi hingga saya mendapat pendaftaran. nomor atau bagian kedua dari Kementerian Agama (Kemenag),” kata Syarif.
Dari informasi Kementerian Agama DKI Jakarta, Syarif mengetahui dirinya akan berangkat haji pada 2030. Artinya, ayah empat anak ini harus bersabar menunggu 12 tahun lagi, di usianya yang sudah menginjak 52 tahun.
Jamah Calon Haji Asal Kabupaten Kediri Berangkat Ke Tanah Suci
Menurut cerita Syarif, saat itu dia didakwa sebesar Rp. 30 juta untuk haji. Artinya, mereka masih harus membayar sisa sebesar DKK 5 juta. Rp. Menurut Syarif, rencana kepulangannya akan diminta pada tahun kepergiannya, yakni 2030. Sisanya masih fluktuatif.
“Tapi katanya, baik harga maupun waktu pengiriman bisa berubah. Tergantung perubahan harga dan perubahan kuota. Waktu keberangkatan mungkin maju, tapi biayanya mungkin lebih tinggi,” lanjutnya.
Setelah itu dia tidak mendapat kabar lebih lanjut dari Kementerian Agama. “Kementerian Agama menyatakan baru akan memberikan informasi pribadi pada tahun depan,” jelasnya.
Sedangkan untuk jalur haji, Syarif tak terlalu mempermasalahkannya. Ia hanya berpesan kepada Kementerian Agama agar lebih teliti dalam melakukan pengecekan terhadap orang-orang yang telah tiba untuk menunaikan ibadah haji (CJH) sebelum menerima jatah. Jadi yang dilihat bukan hanya kemampuan finansial tapi juga kesehatan, misalnya memberikan ibu pengganti kepada wanita mahram.
Langkah Taktis Memangkas Antrean Haji
Karena menurut yang didengarnya dari teman-temannya, banyak wanita tanpa Mahram yang bisa menunaikan ibadah haji. Ya, ada tanda-tanda bahwa itu adalah “mahram-mahram”. Padahal, sepengetahuan mereka, kebijakan Syariat Islam Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan perempuan masuk Arab Saudi untuk umroh dan haji tanpa mahram.
“Ini sudah bukan rahasia umum lagi. Kemenag sebaiknya mengutamakan mereka yang memiliki dokumen sah (kecuali paspor dan visa) yang menjadi mahram. Kalau diterapkan juga akan mengurangi kemacetan dan antrian,” tuturnya.
Tak hanya itu, Syarif juga berharap ibadah haji berjalan lancar tanpa ada biaya tambahan. Ia khawatir apa yang dilakukan teman-temannya terhadap Hajiyo itu benar, ada permintaan uang untuk hal lain.
Saat ini, cara mendaftar haji di Indonesia hanya ada dua, yaitu reguler dan khusus. Rombongan haji reguler diselenggarakan langsung oleh pemerintah, sedangkan rombongan haji gabungan dikelola oleh biro perjalanan haji. Biaya haji reguler dan khusus juga berbeda. Untuk mendapatkan nomor bersama, harga haji reguler lebih murah dibandingkan haji khusus yang diperkirakan mencapai Rp 70 juta-Rp 100 juta.
Haji Ramah Lansia, Tantangan Baru 2023
Karena harganya yang mahal, mereka yang memilih rombongan khusus haji ini tidak perlu menunggu lama untuk ikut antrian pemberangkatan. Meskipun Anda bisa menunggu 15 hingga 30 tahun (tergantung dari mana Anda berasal) untuk mendapatkan CJH Haji reguler, CJH kategori khusus hanya perlu menunggu 8 hingga 10 tahun.
Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muharom Ahmad mengatakan, hingga saat ini antrean haji masih panjang. Sebab, Indonesia merupakan negara mayoritas beragama Islam.
Meski pemerintah melalui Kementerian Agama telah memberangkatkan 10.000 jemaah pada tahun ini, namun tidak ada jaminan masalah pembuatan antrean akan teratasi dengan cara tersebut. Oleh karena itu, untuk mempersingkat tahun yang diharapkan, calon harus terus belajar.
“Kami mengapresiasi upaya Kemenag yang menambah jumlah jemaah haji sebanyak 10.000. Jadi sekarang jemaah Indonesia yang bisa terbang sudah ada 221.000 orang. Tapi tahun depan, kami minta Kemenag menambah 250.000 jemaah agar bisa selesai,” ujarnya.
Sosialisasi Pendaftaran Dan Pembatalan Haji Reguler
Ia yakin jika pemerintah berhasil mendorong pemerintah Saudi untuk meningkatkannya, maka waktu tunggu calon jemaah haji akan berkurang. Seperti diketahui, jumlah jemaah haji di Indonesia tahun ini mencapai 221.000 jemaah dengan rincian 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus.
“Sekarang keistimewaan haji sudah mulai habis. Bahkan, waktu tunggunya hampir sama seperti biasanya. Itu juga karena kuota dan kebijakan tidak membantu,” ujarnya.
Muharom menilai, selain masalah perpecahan, tidak ada masalah lain yang menyebabkan antrean panjang. Lamanya waktu tunggu tersebut diyakini hanya terkait dengan antrian masyarakat yang telah menunaikan ibadah haji lebih dari satu kali. Pasalnya, mereka yang sudah menunaikan ibadah haji dan ingin mendaftar haji kembali biasanya melakukannya sesuai aturan pihak yang berwenang dan harus menunggu 10 tahun lagi setelah haji terakhirnya.
“Hal ini jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler,” ujarnya.
Daftar Waktu Tunggu Haji Provinsi Di Indonesia
Lamanya masa tunggu jamaah haji Indonesia, menurut Direktur Subdirektorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Kementerian Agama, Nasrullah Jasam, tentu berubah sesuai porsi yang disediakan pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi membuat kuota berdasarkan jumlah umat Islam di setiap negara.
Diakuinya, setiap tahunnya disepakati nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Arab Saudi terkait pasokan sektor tersebut. Dari kesepakatan itu, Kemenag baru bisa membagi sesuai jumlah umat Islam di masing-masing daerah.
Data terakhir Kementerian Agama pada Agustus 2018 menunjukkan Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah yang mendapat porsi haji terbesar yakni 61% dari total jumlah jamaah haji di Indonesia. Berikutnya adalah Jawa Timur (Jatim) yang memiliki porsi haji sebanyak 35.270 jamaah. Saat ini, wilayah yang jumlah hajinya paling rendah adalah Kalimantan Utara (Kaltara) yang jumlahnya kurang dari 500 jemaah.
Makanya waktu tunggu di tiap provinsi berbeda-beda. Berdasarkan jumlah penduduk. Kalimantan paling besar. Bisa 20 sampai 30 tahun. Karena di Kalimantan banyak umat Islam, mereka ke sana sesuai kemampuan, kata Nasrullah saat ditemui.
Kuota Haji 2023, Jabar Paling Banyak Jatim Ke Dua
Menurut Nasrullah, sulit bagi Kementerian Agama untuk mengurangi lamanya masa tunggu dalam situasi seperti ini. Sebab meski sudah diterima secara luas di kalangan negara lain, namun bagian yang diberikan tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji. Jumlah yang terbatas berarti calon pelancong harus mengantri.
Namun menurut Nasrullah, situasi ini bukan berarti Kementerian Agama akan berhenti. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan beberapa instrumen hukum sebagai upaya mengatasi antrian panjang tersebut, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Nomor 102 dan Nomor 148 Tahun 2018 tentang Integrasi Haji dan Umrah. mereka yang diharapkan menunaikan ibadah haji. Selain itu, ada juga aturan mengenai pengalihan nomor jaminan sosial almarhum kepada keluarga.
Penggabungan CJH ini, jelas Nasrullah, bisa dilakukan jika masih ada bagian yang kosong pada pendaftaran haji tahap pertama. Mereka yang mengajukan permohonan kontak harus mengikuti pedoman dan ini terutama ditujukan kepada senior CJH yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Keputusan untuk mengikutsertakan lansia harus dibuktikan dengan kartu keluarga, baik anggota CJH maupun mereka. Tak hanya itu, surat keterangan dokter juga diperlukan bagi lansia yang membutuhkan pertolongan.
Mengapa Banyak Calon Haji Reguler Beralih Ke Haji Khusus Melalui Biro Almira Travel?
Selain memprioritaskan lansia, menurut Nasrullah, Kementerian Agama telah menetapkan batasan bagi mereka yang sudah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya. Hal ini tampak dari Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 29 Tahun 2015.
Dalam undang-undang disebutkan bahwa mereka yang telah menunaikan haji dapat mendaftar ulang setelah 10 tahun sejak mereka menunaikan haji terakhir. Tapi, kata Nasrullah, kebijakan itu tidak berlaku bagi pengelola.
Tak hanya itu, upaya untuk memprioritaskan mereka yang belum berangkat haji dikendalikan oleh pemerintah Arab Saudi sendiri. Caranya adalah dengan memberikan pajak visa progresif bagi mereka yang sudah tiga tahun tidak menunaikan ibadah haji. Biayanya bisa mencapai 2.000 item atau sekitar 7 juta rupiah jika dirupiahkan.
Untuk tahun ini saja, data Kementerian Agama menunjukkan sudah terkumpul Rp3 miliar untuk membayar visa progresif tersebut. Ia mengatakan, tugas berangkat haji seringkali menjadi alasan orang berangkat haji.
Beranda Haji Spesial
Sebagai informasi lebih lanjut, berbagai macam acara haji yang berlangsung selama bertahun-tahun mempengaruhi CJH reguler. Berbeda dengan CJH biasa, penumpang haji khusus bisa cepat berangkat karena memiliki bagian khusus. Namun tentunya ada biaya tambahan untuk fitur khusus tersebut. Meski harus mengantri.
Tahun ini, jumlah jamaah haji khusus sebanyak 17.000 orang. Jumlah tersebut tidak berkurang dengan adanya petugas khusus haji yang menempati sekitar 7% dari total keseluruhan. Berbeda dengan Kelompok Pembinaan Haji (TPHD) jamaah haji reguler yang turun 0,7% dari level saat ini.
Menurut Nasrullah, jumlah petugas yang tidak biasa untuk jamaah haji ini. Sebab mahalnya biaya kelompok khusus ini harus diimbangi dengan pelayanan khusus
Masa tunggu haji reguler 2023, daftar tunggu haji reguler, masa tunggu haji plus jawa timur, masa tunggu haji reguler, waktu tunggu haji reguler, masa tunggu haji jawa tengah, berapa lama masa tunggu haji reguler, masa tunggu haji jawa timur, lama masa tunggu haji reguler, masa tunggu haji reguler 2022 jawa tengah, masa tunggu haji reguler 2022, masa tunggu haji reguler jawa tengah