Butuh Bantuan Dana Dari Orang Dermawan – SIMALUNGUN – Forum Komunikasi Antar Jurnalis (FKAW) Kecamatan Sidamanik, Pamatang Sidamanik dan Dolok Pardamean serta LSM profesional menggelar aksi pengumpulan uang untuk pengobatan Alfaro Gultom, pemuda yang ditangkap akibat kecelakaan di Blas Toma. Tumor ganas, Kamis. (31/3/2022)
Bocah penderita tumor tersebut merupakan anak dari Husor Gultom dan Ibu Delina Hutagaol, warga Nagori Tigabolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Butuh Bantuan Dana Dari Orang Dermawan
Aksi ini dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, Kecamatan Sidamanik, Pamatang Sidamanik dan Forum Komunikasi Antar Jurnalis (FKAW) Dolok Pardamean serta LSM Pakar, persis di sebelah Jalan Raya Sidamanik, Kota Buntu, Kecamatan Sidamanik. . .
Mushola Al Huda, Butuh Uluran Tangan Dermawan
Dalam perawatan, akhir tragis Alfaro Gultom yang berusia 4 tahun, yang telah berjuang melawan penyakit retinal blast-tom dan tumor ganas sejak 2019.
Istri Husor Gultom, ibu dari Delina Hutagaol yang bekerja di ladang, diketahui menggambarkan penampakan penyakit yang diderita putranya sejak usia 8 bulan itu sebagai berikut: “Awalnya ada bintik-bintik kecil, beberapa ada yang muncul. Setelah berbulan-bulan, flek tersebut semakin membesar dan menyebar,” ungkapnya.
“Sejak tahun 2019, anak kami telah diberikan kartu BPJS Mandiri oleh mantan anggota parlemen JR Saragih dan ayah saya datang langsung ke rumah ini,” imbuhnya.
“Sebagai pejabat publik, kita harus selalu bijaksana,” kata Pranoto yang merupakan salah satu Pengurus Forum Dialog Antar Jurnalis (FKAW) di wilayah Sidamanik, Pamatang Sidamanik, dan Dolok Pardamean, serta Direktur Sumut. . Mata sosial. dan mari kita ingatkan agar orang lain saling membantu, bahwa kita sebagai jurnalis Simalungun mempunyai peran untuk membantu, dan bahwa persoalan ini serius, apalagi berdampak pada kehidupan seorang anak yang masih hidup. “Kami meminta agar institusi publik dan layanan kesehatan mewaspadai penyakit kanker dan tumor ganas,” ujarnya.
Anak 5 Tahun Warga Mempawah Butuh Uluran Dermawan, Pembekuan Darah Dan Komplikasi Akibat Dbd
Tapi, kata Pranoto, aksi kepedulian sosial dan penggalangan dana ini segera diberikan kepada orang tua Daud Alvaro Gultom agar bisa segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemulihannya.
Ketua LSM DPC Wali Amanat Simalungun Bernad Vernando Simanjuntak yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, “Ini adalah aksi masyarakat, walaupun kita dirugikan, ini adalah kepedulian masyarakat kita, untuk dapat membantu meringankan anak-anak yang menderita tumor ganas dan kanker. ” “Sidamanik dan Pamatang Sidamanik serta Dolok Pardamean, saya sangat mengapresiasi hal ini agar kerja sama dengan FKAW ini semakin solid, semoga proses perawatan ini dapat mempercepat kesembuhan dan kesembuhan Daud Alvaro Gultom,” jelasnya disertai komentar dari FKAW.
“Kami hanya turun ke jalan dan menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kami yang berjuang untuk bertahan hidup dengan penyakit ini, dan sebagai bangsa kami secara khusus berterima kasih kepada para jurnalis berita. Karena rencana selanjutnya adalah kembali turun ke jalan bersama para jurnalis. aksi sensitif akan dilakukan masyarakat dan jurnalis di berbagai tempat dalam beberapa hari mendatang.(Galung) HALBAR, ID– Seorang anak laki-laki asal Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara harus berjuang melawan kanker di bagian mata kanannya, menurutnya terhadap hasil pemeriksaan kesehatan.
Saya Shasfa Rijal, seorang anak berusia 4 tahun, penderitaan yang ia alami sejak ia berusia 3 tahun 6 bulan. Malaikat kecil itu kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Kandou Malalayang (RS) Manado, Sulawesi Utara. Dia harus terbaring tak bergerak di ranjang rumah sakitnya.
Insan Peduli Umat
Saat ditemui wartawan, orang tua Shasfa, Sherni A. Muhammad, menjelaskan bahwa rasa sakit yang dialami anaknya akibat operasi pada Januari 2023. Ia mengatakan, usai operasi saat itu, mata anaknya kembali sakit dan semakin parah. bengkak. terlihat hari ini.
Saat mata kanan anak tersebut mulai tumbuh, pihak keluarga mencoba mengajukan permohonan ke RS Manado Sulawesi Utara untuk dioperasi.
“Dia operasi matanya sembilan bulan lalu, tapi sekarang matanya bengkak seperti pertama kali. Dia (Shasfa) punya mata asli, jadi tarada (tidak ada), sekarang dia punya mata, itu palsu,” kata Dubes. pesan. Selasa (17/10/2023).
Şerni mengatakan, pihak keluarga juga ingin anaknya dioperasi lagi karena matanya bengkak.
Butuh Dana, Masjid Al Magfirah Desa Tanjung Siantar Open Donasi
Namun pihak keluarga tidak putus asa. Mereka terus berupaya menyembuhkan Shasfa dengan membawanya menjalani kemoterapi. Namun, kemoterapi yang digunakan tidak mengurangi penyakit anak yang tidak bersalah ini.
“Anak kami saat ini sedang menjalani kemoterapi di RS Manado. Rencananya kami akan menjalani operasi lagi, tetapi setelah kemoterapi keempat, nanti pada kemoterapi keempat kami akan menjalani pemeriksaan mata karena ini adalah klinik kemoterapi pertama,” cuit Sherni. Reporter.
Melihat kondisi bayinya saat ini, Ibu Keluarga (IRT) mengharapkan bantuan dari para donatur. Mereka berharap ada donatur yang bersedia membantu pengobatan Shasfa. “Kami berharap ada donatur yang bisa membantu kami,” ujarnya.
Sebagai orang tua, Sherni berharap penyakit putrinya segera teratasi sehingga bisa kembali bekerja seperti anak-anak lainnya.
Rayakan Ulang Tahun Lisa Bantu Gempa Sumatera Barat
“Tidak ada orang tua yang benar-benar ingin anaknya sakit. Kami juga berharap jika mereka terdiagnosis kanker, penyakitnya akan hilang secepatnya dan mereka bisa kembali bekerja seperti anak seusia Shasfa.” Pernyataan ketua PPBL adalah: “Saya bersyukur atas rahmat Allah SWT melalui kemurahan hati yayasan. Panti Jompo Pondok Bhakti (PPBL) mempunyai tangki dan tambahan toilet di bagian akhir.” Yuliana Daud yang baru saja menyelesaikan pembangunan seluruh bangunan yayasan.
Bagaimana tidak menyentuhnya?Yayasan yang utamanya menangani para lansia yang membutuhkan perawatan ini, kekurangan ruang dan menjadi kendala dalam menjaga ketertiban harta benda, kebersihan tempat dan keindahan. mata, tanpa keindahan mata. Jika barang tersebut tidak ditempatkan pada tempat khusus, maka keamanan kepemilikannya tidak terjamin.
“Jujur saja saat pertama kali kami tinggal di gedung ini terkesan gratis karena ada 3 ruangan, namun seiring berjalannya waktu terlihat kebutuhan akan gedung semakin meningkat dan hal-hal seperti dapur yang harus dialokasikan pun meningkat. .Kami membutuhkan 1 kamar, dan kantor serta ruang tamu juga harus disiapkan, sehingga tidak ada ruang untuk makanan dan pakaian.” Padahal, “Jadi kemarin awal ada yang ditumpuk di pagar, ada juga yang ditaruh di dalam separuh rumah,” diumumkan pada Sabtu (29/7/2023).
Melihat kondisi tersebut, Presiden Yayasan PPBL menceritakan hal tersebut dalam sambutannya pada pembukaan gedung Yayasan PPBL di Desa Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan. Menurut Yuli, jumlah tersebut langsung disambut hangat oleh Bupati Inhil HM Wardan yang juga pendiri Yayasan PPBL dan langsung melancarkan donasi terbuka dengan menggunakan dana pribadi kurang lebih Rp 10.000.000.
Rakyat Indonesia Paling Dermawan, Bagaimana Penguasanya?
“Pada acara pembukaan kemarin, kami sampaikan kepada peserta bahwa kami membutuhkan gudang dan toilet ketika kami tidak mempunyai uang. Dan untung rahasia kami terjawab langsung oleh Bupati Inhil dan beliau segera mulai membuka donasi. Nilai nominal Rp 10.000.000 itu “dipakai sendiri”, lalu sekitar Rp 40.000.000, lalu keesokan harinya uang itu langsung kita pakai, terkait dengan pembelian real estat, dan menjadi gudang dan toilet tunggal seperti saat ini. ” dikatakan.
Saat bangunan tersebut selesai dibangun, Yuliana Daud atau akrab disapa Mak Yuli mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah bersedia berbagi dan memfasilitasi perawatan nenek terlantar tersebut.
“Karena jumlah donasinya puluhan juta, maka saya ucapkan terima kasih kepada puluhan juta orang yang telah berkontribusi atas nama seluruh pengurus. Semoga Allah menjadi jalan menuju surga SWT,” jelasnya.
Yuliana juga menyatakan Yayasan PPBL merupakan wadah masyarakat dan berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu-ragu jika mempunyai ide dan saran untuk pengembangan.
Ruminah Warga Kampung Cingenge Alami Lumpuh Sejak Kecil Butuh Uluran Tangan Pemerintah Dan Dermawan
“Pertemuan ini untuk kita semua, jadi datang ke sini mengunjungi nenek saya dan manajemen, berikan kami ide dan saran untuk pengembangan kedua,” imbuhnya.
Bantuan dana dari dermawan, cari bantuan uang dari dermawan, butuh bantuan dermawan, butuh bantuan uang dari dermawan, butuh bantuan dana gratis, butuh bantuan uang, cari dana hibah dari dermawan, cari bantuan orang dermawan, bantuan dermawan, butuh bantuan, panti asuhan butuh bantuan, butuh bantuan google