Kanker Usus Disebabkan Oleh Apa – Artikel ini memberikan informasi kesehatan dasar. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah dan bukan untuk diagnosis diri dan bukan pengganti diagnosis medis.
Kanker usus besar atau usus besar, termasuk pertumbuhan sel kanker di usus besar, anus dan usus buntu. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan penyebab kematian akibat kanker nomor dua di dunia barat. Kanker kolorektal menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun.
Kanker Usus Disebabkan Oleh Apa
Ada berbagai jenis kanker usus besar, mulai dari polip adenoma di usus besar hingga pembentukan tinja akibat sembelit kronis. Polip ini terkadang berkembang menjadi kanker. Perawatan untuk kanker ini biasanya melibatkan pembedahan diikuti dengan kemoterapi. Sekitar 75-95% kanker kolorektal menyerang orang dengan sedikit atau tanpa risiko genetik.
Ciri Ciri Usus Buntu, Kenali Penyebab Dan Pengobatannya
Rekomendasi saat ini untuk pencegahan kanker kolorektal termasuk meningkatkan konsumsi biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, dan mengurangi konsumsi daging merah (berwarna).
Duduk teratur dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan kematian akibat kanker usus besar. Meski risiko ini bisa dikurangi, olahraga teratur tidak bisa mencegahnya.
Diketahui bahwa peminum kopi biasa memiliki risiko 15 persen lebih rendah terkena kanker usus besar. Sedangkan mereka yang minum enam gelas atau lebih memiliki risiko 40 persen lebih rendah terkena kanker usus besar.
Terdapat bukti tambahan bahwa suplemen kalsium juga dapat digunakan, namun bukti tersebut tidak cukup untuk merekomendasikan suplemen kalsium.
Gejala Kanker Usus Yang Renggut Nyawa Eks Ksad George Toisutta
Lebih dari 80 persen kanker kolorektal dimulai dari polip (polip adenomatous), oleh karena itu kanker kolorektal sangat cocok untuk deteksi dini. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan 2-3 tahun sebelum gejala muncul.
Tiga jenis skrining yang saat ini dilakukan adalah tes darah okultisme tinja, sigmoskopi fleksibel, dan kolonoskopi.
Bagian kanan atas usus besar tidak dapat divisualisasikan dengan sigmoskopi, meskipun 42% tumor ganas umum ditemukan di sini.
Kolonoskopi virtual menggunakan computed tomography non-invasif adalah panduan yang baik untuk mendeteksi kanker dan adenoma, tetapi mahal, melibatkan radiasi, dan tidak dapat mendeteksi massa abnormal seperti kolonoskopi tradisional.
Anemia Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Usus Besar, Ini Faktanya
Tes terbaru saat ini adalah tes BAB tinja dengan tes M2-PK dengan akurasi lebih dari 80%. Tes tersebut dapat berupa tes ELISA kuantitatif penuh atau tes ekspres (tes Rep) menggunakan alat tes yang dijual bebas, mirip dengan tes kehamilan. Lakukan tes darah feses setiap dua tahun dan Anda bisa mendapatkan sampel guaiac atau tes imunokimia.
Jika hasilnya positif, klarifikasi lebih lanjut melalui kolonoskopi diperlukan. Tes darah okultisme yang dilakukan sekali atau dua kali setahun mengurangi tingkat kematian akibat kanker usus besar sebesar 16%, dan yang diperiksa sebelum kanker usus besar memiliki tingkat kematian 23% lebih rendah.
Di Amerika Serikat, orang berusia antara 50 dan 75 tahun direkomendasikan untuk menjalani sigmoskopi setiap 5 tahun dan kolonoskopi setiap 10 tahun. Pada kelompok berisiko tinggi, skrining dilakukan sejak usia 40 tahun.
Kolonoskopi dapat mengungkap lebih banyak kanker di bagian bawah usus besar, tetapi lebih mahal dan rumit.
Pengobatan Dan Pencegahan Kanker Usus Besar Stadium Awal
Untuk orang berisiko menengah yang telah menjalani kolonoskopi berkualitas baik dan hasilnya normal, American Gastroenterological Association merekomendasikan untuk tidak melakukan skrining selama 10 tahun ke depan.
Skrining tidak dianjurkan untuk orang yang berusia 75 tahun dan memiliki harapan hidup kurang dari 10 tahun.
Skrining tumor M2-PK sudah ada di Indonesia sebagai tes ELISA kuantitatif penuh yang dilakukan oleh rumah sakit onkologi dan biayanya sekitar dua hingga tiga kali lipat biaya tes darah gaib, tetapi masih kurang dari setengah biaya kolonoskopi invasif. Tes M2-PK tidak memiliki hasil negatif palsu. Jadi kalau negatif, berarti benar-benar negatif. Individu dengan risiko rendah/sedang mungkin lebih memilih tes ini. Tes M2-PK juga tampaknya berguna dalam skrining kanker paru-paru, dimana tes M2-PK lebih unggul dari tes SCC atau penggunaan penanda tumor NSE. Skrining tumor M2-PK saat ini digunakan di negara maju. Lebih direkomendasikan daripada menggunakan tes darah buram guiac (gFOBT) untuk skrining reguler/rutin karena dapat mendeteksi tumor yang berdarah atau tidak berdarah.
Skrining tumor M2-PK dapat mendeteksi hingga 80% kanker kolorektal dan 44% adenoma >1 cm, sementara tes darah okultisme Guac hanya mendeteksi 13-50% kanker kolorektal.
Inilah Penanganan Untuk Nyeri Akibat Kanker Usus
Banyak negara di Eropa, termasuk Australia, memiliki program skrining kanker kolorektal nasional yang masih melakukan tes darah gaib pada orang berusia 50-an dan 60-an.
Di Indonesia, rata-rata jumlah penderita kanker kolorektal adalah 19,1 per 100.000 penduduk laki-laki dan 15,6 per 100.000 penduduk perempuan.
Menurut statistik dari 2007-2009, 96% pria dan wanita yang lahir dan didiagnosis di Amerika Serikat akan mengembangkan kanker usus besar di masa depan. Contoh makan makanan tinggi lemak dan tinggi kalori. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi lemak, dan tinggi serat merupakan salah satu faktor risiko kanker usus besar. (Pexels / Tim Samuel)
Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar (kolon). Usus besar adalah bagian terakhir dari sistem pencernaan.
Cara Mendeteksi Kanker Usus Besar Lewat Tinja
Segala sesuatu yang dapat meningkatkan risiko kanker disebut sebagai faktor risiko. Apa pun yang mengurangi risiko disebut faktor pelindung.
Faktor risiko kanker kolorektal meliputi usia, genetika, dan faktor gaya hidup tertentu yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut.
Risiko terkena kanker kolorektal lebih tinggi bila orang memiliki faktor risiko berikut:
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang banyak makan daging merah dan olahan memiliki peningkatan risiko kanker usus besar.
Macam Penyakit Usus Besar Yang Perlu Diwaspadai
Orang gemuk memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar dibandingkan orang dengan indeks massa tubuh (BMI) yang sehat.
Diperkirakan 11 dari 100 kanker usus (11 persen) di Inggris terkait dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
Merokok tembakau merupakan faktor risiko kanker kolorektal. Jika Anda merokok, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.
Di Inggris, 7 dari 100 kanker usus (7 persen) berhubungan dengan merokok. Risiko meningkat dengan jumlah rokok yang dihisap per hari.
Faktor Risiko Kanker Usus Besar Yang Perlu Diwaspadai Halaman All
Alkohol meningkatkan risiko kanker usus besar. Diperkirakan 6 dari 100 kasus kanker usus di Inggris (sekitar 6 persen) terkait dengan konsumsi alkohol.
Orang yang tidak berolahraga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar dibandingkan orang yang berolahraga.
Ada bukti kuat bahwa orang yang lebih aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena kanker usus besar.
Cobalah untuk mempertahankan berat badan yang sehat dengan aktif secara fisik dan makan makanan yang sehat dan seimbang.
Kanker Usus Besar Karena Pola Hidup?
Kanker usus besar dapat didiagnosis pada usia berapa pun, tetapi kebanyakan penderita kanker usus besar berusia di atas 50 tahun.
Di Inggris, lebih dari 40 kasus kanker kolorektal (lebih dari 40 persen) didiagnosis pada orang berusia 75 tahun ke atas setiap tahun.
Jika lebih dari satu anggota keluarga menderita kanker usus besar atau dubur, risiko Anda lebih tinggi.
Mutasi gen tertentu, yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga Anda, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
Machine Learning, Teknik Pencitraan Dapat Meningkatkan Diagnosis Kanker Usus Besar
Jika Anda menderita kanker usus besar atau polip usus besar jinak, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar di masa depan.
Polip adalah pertumbuhan non-kanker. Namun, jenis polip tertentu yang disebut adenoma dapat berkembang menjadi kanker seiring waktu.
Diketahui bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak selalu berarti Anda akan terkena kanker usus besar.
Jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko kanker usus besar yang tercantum di atas, Anda harus menemui dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang akurat.
Cara Gampang Membersihkan Usus Kotor
Terima berita pilihan harian dan berita terkini dari Kompas.com. Mari bergabung dengan grup telegram pembaruan berita Kompas.com. Masuk ke link https://t.me/kompascomupdate lalu gabung. Pertama-tama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.
Berita Terkait: Gejala Kanker Usus Stadium Awal, Gejala Kanker Usus Stadium Akhir, 6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar, 6 Kebiasaan Yang Meningkatkan Risiko Anda Terkena Kanker Usus Besar, Gejala Kanker Usus Stadium Awal Dan Akhir
Jixi menemukan berita yang paling dekat dengan minat Anda. Kumpulan berita ini disajikan sebagai cerita pilihan yang lebih relevan dengan minat Anda.
Informasi Anda akan digunakan untuk memverifikasi akun Anda jika Anda memerlukan bantuan atau jika ada aktivitas yang tidak biasa di akun Anda. – Kanker kolorektal, juga dikenal sebagai kanker usus besar, berkembang di mukosa usus dan biasanya didahului oleh pertumbuhan yang disebut polip.
Waspada Kanker Kolorektal: Pahami Resikonya Dengan #periksa
Jenis kanker langka lainnya, termasuk limfoma dan tumor neuroendokrin, juga dapat memengaruhi usus. Kanker kolorektal juga bisa berkembang di usus kecil, tapi ini adalah kanker yang langka.
Gejala utama pertama kanker usus besar adalah darah dalam tinja, yang terjadi tanpa sebab yang jelas atau berhubungan dengan perubahan fungsi usus.
Perubahan fungsi usus yang terus-menerus bisa menjadi tanda kanker usus besar. Perubahan ini biasanya mengakibatkan sering buang air besar dan mencret.
Nyeri terus-menerus di perut bagian bawah bisa menjadi gejala kanker usus besar. Gejala-gejala ini dapat terjadi saat makan dan dapat disertai dengan hilangnya nafsu makan atau penurunan berat badan yang signifikan.
Penyakit Usus Buntu Diturunkan Dari Orang Tua?
Namun, kebanyakan orang dengan gejala ini tidak berkembang menjadi kanker usus besar. Pasalnya, gejala tersebut bisa jadi merupakan pertanda adanya masalah kesehatan lainnya.
Gejala-gejala ini harus dianggap lebih serius seiring bertambahnya usia dan tidak membaik dengan pengobatan.
Temui dokter Anda jika Anda memiliki gejala kanker usus besar selama tiga minggu atau lebih. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penyebab gejala yang Anda alami.
Terima berita harian pilihan dan berita terkini dari bergabung dengan kami
Lima Fakta Kanker Kolorektal Atau Kanker Usus Besar Yang Perlu Diketahui
Kanker usus dapat disebabkan oleh, tumor usus disebabkan oleh, kanker usus disebabkan oleh, radang usus disebabkan oleh, kanker payudara disebabkan oleh, kanker testis disebabkan oleh, kanker hati disebabkan oleh, kanker otak disebabkan oleh, kanker serviks disebabkan oleh, kanker usus besar disebabkan oleh, kanker rahim disebabkan oleh, kanker darah disebabkan oleh