Toko Elektronik Teluk Betung Bandar Lampung – … “Sebenarnya di Bandar Lampung kan, bioskop di Bandar Lampung sudah lama sekali ya?” tanya kakakku yang single pertama di suatu Sabtu sore sambil bersantai dan ngobrol tentang film.
“Ibu lahir dan besar di Bandar Lampung, sedangkan ayah semasa SMA tinggal di Bandar Lampung kan?” Sang istri menjelaskan yang langsung membuatku terdiam!
Toko Elektronik Teluk Betung Bandar Lampung
Nah, berdasarkan perbincangan di suatu Sabtu sore yang cerah, akhirnya saya terpikir untuk berjalan-jalan di sekitar gedung bioskop di Bandar Lampung. Tak kalah serunya, anak-anak juga tertarik untuk ikut serta, dan istri saya juga menjadi pemandu beberapa gedung bioskop yang belum saya pahami sepenuhnya.
Kunci Sukses Bengkel Graha Motor
Inilah bioskop terpopuler tahun 80an yang terletak di Jalan Teuku Umar – Tanjung Karang, berdekatan dengan pemukiman padat penduduk – Gunung Sari. Terletak di area jalan yang sibuk. Kata ‘KONG’ cukup familiar di telinga warga Bandar Lampung sejak tahun 80an, mulai dari King Supermarket dan department store, Lorong King hingga King Cinema. Kini suasana bioskop yang riuh pada masa itu sudah tidak terlihat lagi, bahkan sisa-sisa bangunannya pun tidak terlihat lagi, karena sudah tergantikan oleh Gedung Juang dan berkumpulnya rumah-rumah warga Gunung Sari yang menjadi ciri khas zaman sekarang.
Bioskop Sederhana dan Bioskop Raya konon kerap diincar masyarakat menengah ke bawah karena harga tiketnya lebih murah dibandingkan Bioskop King. Bioskop Raya berada di sebelah Bioskop Simple. Terletak di kawasan Pasar Bawah, demikian sebutannya saat itu, yang sudah lama bersentuhan dengan kawasan Stasiun Kereta Api TanjangKarang. Baik Bioskop Sederhana maupun Bioskop Raya telah hilang tanpa jejak karena telah diubah menjadi gedung-gedung besar, pusat perbelanjaan modern – Ramayana dan terminal angkutan umum selain pasar sayur di bawah Ramayana. Sinema Sederhana hanyalah sebuah nama dan cerita. Beberapa warga sekitar stasiun kereta sudah lama menceritakan betapa semaraknya suasana di sekitar Bioskop Sederhana saat Sabtu sore di sekitar Raya dan Bioskop Sederhana berubah menjadi pasar malam.
Pada awal tahun 1980-an, Golden Cinema menjadi pusat hiburan untuk menonton film-film paling “hot”. Tak jauh dari King Cinema dan Simple Cinema, Golden Cinema menawarkan suasana yang lebih ramai. Bagaimana tidak, letaknya di jalan ramai di kawasan Pasar Tengah (begitu sebutannya) dengan gedung-gedung tinggi, khas dan paling terang saat itu, serta pusat perbelanjaan bernama ‘DIAMOND’ yang berperan sebagai Golden Bioskop yang paling populer. Pusat glamor di kawasan Tanjung Karang. Apalagi dulu banyak hotel kecil untuk traveller yang masih eksis hingga saat ini. Golden Cinema kini hanya berupa bangunan yang terlihat seperti toko pakaian.
Setelah kejayaan Sinema Raja, Sinema Sederhana, Sinema Raya, dan Sinema Emas perlahan terpuruk. Gedung Bioskop Odeon atau yang biasa disebut dengan Bioskop Bambu Kuning hadir, karena berada dalam satu gedung dengan pusat perbelanjaan dengan nama yang sama di kawasan: Bambu Kuning. Bioskop ini terus eksis hingga awal tahun 2000an. Banyak kenangan yang saya dapat dari masa SMA, dimana saya sering menonton film-film silat Indonesia lawas di bioskop Odeon atau film Indonesia yang bernuansa ‘kinky’ lengkap dengan bintang layar lebar yang seksi. Dengan harga masuk Rp. 3.000, merupakan hiburan mewah bagi siswa SMA saat itu.
Hp Samsung A14 5g Ram 6/128 New Segel Bergaransi Resmi Dijamin Aman
Selain kawasan Tanjungkarang, Way Halim merupakan kawasan di Bandar Lampung yang juga ramai. Berdasarkan banyaknya kawasan pemukiman yang berbeda, Way Halim merupakan kawasan pemukiman padat. Bioskop Jayapura yang menjadi salah satu bentuk hiburan di Way Halim sejak tahun 90an menampilkan film-film khas Indonesia pada masa itu. Saya masih ingat ketika saya duduk di bangku SMA, sekolah tersebut ditugaskan untuk menonton film perang di bioskop Jayapura dan menulis ulang cerita film tersebut sebelum perakitan. Kini Bioskop Jayapura masih mempertahankan kemegahan bangunan masa lalu dengan mengubahnya menjadi franchise.
Letaknya sekitar 100 meter dari bioskop Jayapura. Sebelumnya, bioskop Way Halim dan Jayapura Cahaya yang keduanya berlokasi di Jalan Ki Maja merupakan pusat hiburan di Way Halim. Kini gedung bioskop Way Halim yang ukurannya sedikit lebih kecil dari bioskop Jayapura telah dialihfungsikan menjadi toko elektronik.
Meski Kemiling saat itu belum seramai Tanjungkarang atau Way Halim, namun kawasan Kemiling memiliki gedung bioskop yang tak kalah megahnya saat itu. Kini gedung bioskop telah berubah fungsi menjadi toko waralaba.
Nama bioskop ini langsung memikat hati warga kawasan Panjang, kawasan pemukiman yang telah lama memiliki sektor industri manufaktur terbesar di Bandar Lampung. Bioskop Apolo terletak di pinggir jalan, tidak jauh dari terminal kendaraan dalam dan antar kota. Saya sudah beberapa kali menonton film di bioskop Apolo karena letaknya yang tidak jauh dari sahabat saya semasa SMA.
Ini Ceritanya Legenda Sumur Putri, Kisah Cinta Yang Abadi Di Bandar Lampung Pakaian Hilang Di Curi
Sebelum gedung department store CENTRAL PLAZA (CP) saat ini, di pusat kota terdapat sebuah gedung besar yang disebut Artomoro – department store. Dengan fasilitas dan fasilitas terlengkap di Bandar Lampung saat itu. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, film kualitas Hollywood Attack sempat disaksikan di teater 21 Artomoro.
Melengkapi hiruk pikuk tren film Hollywood pada masanya, bioskop ke-21 (dua puluh satu) hadir di gedung department store Artomoro. Terletak di pinggir jalan utama kawasan Teluk Betung dan berbatasan dengan pesisir Teluk Lampung. Kini bangunan megah zaman dahulu itu disulap menjadi gudang dengan hamparan semak belukar. Meski kawasan sekitarnya masih menjadi kawasan dengan banyak aktivitas.
Nama bioskop ini seolah melengkapi kehadiran Bioskop Raja yang berlokasi di Tanjungkarang. Berlokasi di Jalan Ikan Kakap, Bioskop Queen merupakan bioskop pertama yang hadir di kawasan Teluk Betung. Didirikan pada awal tahun 1970-an, Queen Cinema menjadi pusat penonton paling bergengsi saat itu. Jika kita melihat dari dekat gedung Queen Cinema, kita akan merasakan betapa megahnya dunia hiburan film yang hadir di Teluk Betung saat itu.
Terletak di kawasan Teluk Betung yang padat penduduk dan aktif, Bioskop Mega Ria merupakan bioskop tertua kedua di Bandar Lampung setelah Bioskop Queen. Dulu, Bioskop Mega Ria selain dipenuhi penonton film-film ternama Indonesia pada masanya, juga sering disebut dengan Bioskop Cimeng, begitulah sebutannya hingga saat ini. Kejayaan Bioskop Cimeng masih terlihat dari bangunan kokohnya yang kini dekat dengan pasar tradisional yang ramai dan pemukiman padat penduduk.
Bangkitkan Gairah Umkm, Menkop Ukm Teten Masduki Dan Gubernur Arinal Kunjungi Umkm Tapis Dan Produk Olahan Di Pringsewu Dan Pesawaran
Selain sisa-sisa bangunan terdahulu, kemegahan dan kejayaan kawasan Teluk Betung pada masa itu juga terlihat dari gedung Bioskop Kim Jaya yang masih berdiri kokoh di pinggir jalan utama Teluk Betung. Dulunya Kim Jaya merupakan tempat nonton film romantis khas tahun 80an dan 90an hingga film action ala China dan film mafia. Saya juga beberapa kali melihatnya di Bioskop Kim Jaya saat saya masih SMA. Kini, meski bentuk bangunannya masih seperti bioskop lengkap dengan interior box office dan jarak pandang poster film, namun kegiatan pemutaran film sudah tidak diadakan lagi. Bahkan seorang penjaga yang saya temui di sana mengatakan bahwa bangunan tersebut sedang diremajakan secara bertahap dan diubah menjadi bangunan serba guna atau akhirnya.
Panorama Cinema juga terletak di Teluk Betung, tak jauh dari Kim Jaya. Padahal, Kim Jaya dan Panorama sudah lama menjadi pusat kesibukan di Teluk Betung. Suasana perkotaan Bandar Lampung yang cerah mulai berubah sejak kedatangan Kim Jaya dan Panorama, serta pusat hiburan malam lainnya di Teluk Betung. Perubahan tren kehidupan memang tidak bisa dipungkiri. Bisnis Panorama Cinema sempat terpuruk jauh sebelum Kim Jaya bangkrut di penghujung tahun 90an. Kini gedung Panorama Cinema hanya tinggal bangunan tak bernyawa penuh aura. Meski terkesan menakutkan, namun terdapat kehidupan jual-beli di sekitar gedung bioskop yang sukses pada masanya.
Dari sekian banyak nama gedung bioskop yang telah saya uraikan di atas, belum termasuk beberapa nama bioskop yang ada di berbagai tempat di kota Bandar Lampung pada masa itu, antara lain;
Selama ini nama bioskop hanya sekedar nama. Tempat yang dulunya merupakan bioskop, kini berubah fungsi menjadi toko atau bahkan hilang dan digantikan oleh bangunan baru yang lebih modern.
Ruko Jl. Pangkal Pinang , Tanjung Karang Pusat
Industri perfilman pada tahun 1970-1990 berkembang pesat karena banyaknya produksi film Indonesia dengan harga tiket yang murah dan masyarakat yang tidak memiliki banyak televisi. Selama ini akses menonton film tidak hanya terbatas di bioskop saja, ketersediaan film dalam bentuk DVD dan VCD menjadi sebuah kemudahan selain acara televisi yang menjadi alternatif hiburan bagi warga. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis bioskop di nusantara harus menyerah pada supremasi Grup 21, di antaranya Cine XXI dan The Premier yang mendominasi – bahkan cenderung memonopoli – sektor bioskop. bisnis selama lebih dari 2 dekade. Grup 21 menguasai hampir 90 persen jaringan bioskop di Indonesia. Ditambah hadirnya Blitz Megaplez pada tahun 2006. Semua itu mungkin menjadi salah satu alasan mengapa bioskop bisnis perorangan atau grup lokal yang sudah lama berdiri harus rela bangkrut dan hilang dari peredaran.
Sebenarnya gedung bioskop yang tersisa saat ini hanya tersisa 21 grup dan itu juga satu dengan pusat perbelanjaan CENTRAL PLAZA di kawasan Tanjungkarang, gedung yang dahulu bernama Artomoro. Kedepannya akan ada XXI di Boemi Kedaton Mall.
Saya tidak terlalu pandai menganalisis industri film dan jaringannya, namun yang menarik bagi saya adalah gedung-gedung bioskop di Bandar Lampung yang saat itu ternyata banyak sekali dan memuat banyak cerita. Setiap era diwakili oleh bioskop. Setiap orang memiliki banyak kenangan tentang gedung bioskop.
Berawal dari perbincangan ringan dengan anak dan istri, membuat saya keluar dan melihat-lihat gedung-gedung bioskop di Bandar Lampung yang tersebar di beberapa wilayah, mempelajari cerita-cerita menarik terkait gedung-gedung tersebut., Bandar Lampung: Kepolisian Kota Bandar Besar
Menyimak Kejayaan Bioskop Bioskop Di Bandar Lampung.
Kontrakan di teluk betung bandar lampung, penginapan di teluk betung bandar lampung, hotel di teluk betung bandar lampung, tempat wisata di teluk betung bandar lampung, hotel di daerah teluk betung bandar lampung, perumahan subsidi teluk betung bandar lampung, kode pos teluk betung barat bandar lampung, teluk betung bandar lampung, perumahan di teluk betung bandar lampung, rumah dijual di teluk betung bandar lampung, penginapan murah di teluk betung bandar lampung, teluk betung utara bandar lampung